Tiga Perkampungan Terancam Akibat Air Sungai Meluap Karna Derasnya Hujan

PASAMAN --- Banjir kembali mengancam ratusan masyarakat yang tinggal ditiga perkampungan di Nagari Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman.

Karena air sungai Batang Rojang yang terdapat dipertengahan perkampungan didaerah itu tiba-tiba meluap setelah diguyur hujan beberapa jam, pada Kamis (16/11).

Air sungai membesar hingga meluap keperkampungan warga terjadi Kamis malam sekitar pukul 21.00.

Hal itu diungkapkan salah satu warga kampung jambak Ujang (33) mengatakan banjir kembali mengepung tiga perkampungan didaerah itu, setelah diguyur hujan hingga beberapa jam.

"Kampung Jambak, Kampung Alai dan kampung sungai Aia Hitam di Nagari Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman," ungkapnya.

Dikatakannya air Sungai Rojang meluap hingga kehalaman rumah para warga pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 dengan ketinggian mencapai 1,5 meter hingga 2 meter, akan tetapi tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu.

"Ya, air sudah hampir sampai ke rumah para warga, air setinggi pinggang orang dewasa," katanya.

Selain mengancam jiwa ratusan masyarakat, kata dia banjir juga hampir mengancam jembatan yang merupakan akses jalan penghubung tiga perkampungan itu.

"Benar, selain rumah warga yang dihantam banjir, banjir juga hampir memutus jembatan penghubung keperkampungan ini, karena jarak antara jembatan dengan air hanya beberapa meter lagi," katanya.

Atas kejadian itu masyarakat langsung menginformasikan kepada pihak BPBD setempat.

Dia juga beharap kepada pemerintah daerah agar tetap meningkatkan pembangunan Normalisasi batang sungai diperkampungan itu mengingat tebing sungai saat ini sudah banyak yang amblas akibat di sapu air.

Sementara disisi lain Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pasaman Maspet Kennedi membenarkan peristiwa tersebut mengatakan, banjir kembali terjadi di Nagari Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol Pasaman.

Akibat dari itu tiga perkampungan warga terancam, Yakni Kampung Jambak, kampung Alai dan kampung sungai Aia Hitam.

"Banjir meluap kepemukiman warga pada Kamis (16/11) sekitar pukul 21.00 setelah diguyur hujan," katanya.

Selain mengancam jiwa warga yang tinggal kata Maspet, banjir juga mengancam sebuah jembatan yang menghubungkan tiga perkampungan tersebut.

Pihaknya setelah mendapatkan informasi langsung turun kelapangan untuk melakukan evakuasi dengan mengutus personil BPBD sebanyak 6 orang dengan membawa perahu karet.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir tersebut, akan tetapi beberapa batang pohon sempat tumbang akibat diterjang air," katanya.

Lebih lanjut diungkapkannya pihaknya pada senin besok akan turun bersama tim teknis yakni pihak BPBD dan pihak Pekerjaan Umum Pasaman (PU) dengan tujuan mengkaji penyebab banjir tersebut dan apa saja yang perlu direncanakan pembangunan disana.

Untuk sementara waktu, Maspet menghimbau kepada masyarakat Pasaman khususnya yang tinggal di tiga perkampungan yang berada di Nagari Ganggo Mudiak Pasaman agar tetap hati-hati dan waspada saat turun hujan.(Anto).