Panwaslu Gelar Rapat Konsolidasi Bersama Sejumlah Stakholder di Pasaman Guna Perkuat Pengawasan Pemilu 2019

 

 

PASAMAN --- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menggelar rapat konsolidasi dengan sejumlah Stakeholder guna penguatan pengawasan pemilu 2019 mendatang, Kamis (30/11/2017).

Panwaslu Pasaman dalam kesempatan itu menghadirkan KPU, Forkompimda, Kesbangpol, Satpol PP LKAAM, Polres, dan Kejaksaan Negeri Pasaman di Aula Panwaslu Pasaman.

Ketua Panwaslu Pasaman, Rini Juita kepada wartasumbar.com mengatakan kerja sama antar lintas sektor sangat perlu, mengingat beban pengawasan pemilu kedepan semakin berat. 

"Sengaja kita hadirkan sejumlah stakholder lintas sektor hari ini, mengingat beban pengawasan pemilu mendatang semakin berat. Ini tentu tidak bisa selesai sepihak di Panwaslu, kita sangat butuh kerjasama yang baik dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait demi penguatan pengawasan pemilu 2019 mendatang. Makanya jauh-jauh hari sudah kita bangun kerja sama, kalau persiapan diawal sudah matang, tentu besar harapan hasilnya nanti tidak jauh dari yang diharapkan," katanya.

Menurut Rini Juita, pesta demokrasi ini memang bukan hal baru, tetapi dengan lahirnya UU pemilu yang baru, maka perlu pembicaraan dan komitmen bersama.

"Pemilu memang bukan hal yang baru, tetapi sekarang Undang-Undang pemilunya yang baru yaitu UU Nomor 7 Tahun 2017. Makanya sangat perlu disampaikan kepada mereka apa-apa saja muatan UU tersebut, Seperti bertambahnya kewenangan Panwaslu yang dulunya hanya sekedar mengawasi, sekarang sudah bisa menindak langsung kepada pelaku pelanggar pemilu," katanya.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Kristian mengatakan permasalahn money politik masih masalah krusial yang perlu sama-sama diberantas.

"Rata-rata diskusi kita tadi banyak mengupas bagaiamana mekanisme penindakan terhadap pelaku pelanggar pemilu. Mulai dari money politik atau lebih dikenal sekarang dengan Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Kemudian penertiban alat peraga kampanye, aksi nakal para tim suksea di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kita berharap kedepannya memang saling bekerjasama dalam melakukan pengawasan pemilu di Pasaman," kata Kristian.

Sementara itu Kepala Sekretariat Panwaslu, Refki Mukhliza juga mengatakan pelanggaran pemilu semakin hari semakin masif yang dilakukan oleh sejumlah oknum.

"Semakin hari sepertinya para oknum dilapangan semakin masif dan lihai melakukan pelanggaran pemilu dengan iming-iming sejumlah imbalan tertentu. Bahkan pelanggaran itu terkadang memang gamblang terjadi didepan mata kita, namun karena ada rasa takut dan kurang peduli semua hanya berlalu. Kita sangat senang melihat semangat dari Polres, Satpol PP, dan Kejaksaan tadi yang benar-benar serius menanggapi hal ini. Ini tentu tidak lepas dari cita-cita kita bersama mencerdaskan para pemilih di Pasaman, yakni jangan mudah tergoda dengan imbalan tertentu dari sejumlah oknum dilapangan," pungkasnya.(Anto/Heri)